Analisa Honda vs Yamaha: Memahami Budaya Indonesia, Strategy Dasar Untuk Menguasai Pasar

Assalamualaikum wr wb.

Selamat pagi.

Pada tulisan kali ini, masih tentang Honda dan Yamaha, dan untuk Suzuki Insya Allah akan dibuatkan pada postingan selanjutnya.

Memahami budaya Indonesia merupakan suatu hal yang penting bagi setiap perusahaan yang memiliki cabang di Indonesia. Khusus untuk bisnis sepeda motor faktor ini akan sangat berpengaruh.

To the point, ada beberapa hal unik yang terdapat pada masyarakat Indonesia yang tentunya mesti dipahami oleh perusahaan.

  • Mayoritas masyarakat Indonesia, dalam menilai sesuatu, sangat dipengaruhi oleh penampilan luar.
  • Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai orang yang rendah diri.
  • Mayoritas masyarakat Indonesia senang dipuji.

Dalam kehidupan sosial, hal diatas merupakan gambaran nyata masyarakat kita. Jika hal ini dipelajari akan memberikan efek tertentu tergantung tujuannya. Contoh realnya apa? Mari kita ambil kasus disaat pemilu president. Menurut pandangan AMI, partai yang sukses menerapkan strategy setelah mempelajari karakter masyarakat Indonesia adalah partai demokrat (PD). PD dengan sukses mengusung slogan politik bersih,politik sopan santun. Strategy yang sangat kentara dari PD adalah Strategy Pencitraan. Setiap langkah yang diambil diusahakan menyasar sesuai dengan karakter masyarakat. Coba kita pelajari kata-kata iklan PD “…SBY jadi prajurit dan Budiono jadi guru…” Kata prajurit dan guru akan terlihat lebih merakyat serta terlihat rendah diri dan rakyat Indonesia umumnya lebih menyukai hal yang seperti ini. Masyarakat Indonesia juga mudah direbut hatinya jika diberikan pujian dan perhatian. Maka strategy politik bantuan langsung tunai (BLT) pun lebih menyasar karaketer masyarakat. BLT diiringi dengan slogan politik “pemerintah memperhatikan rakyat” dan “rakyat butuh suatu bantuan/tindakan nyata yang real”. Setiap konverensi PD selalu menyiratkan suatu yang terasa biru dan megah seolah-olah Indonesia telah berubah menjadi biru.

Disini terlihat bagaimana efeknya jika memahami karakter masyarakat, dan hal ini dengan sangat sukses telah dilaksanakan oleh partai demokrat.

Bagaimana dengan industri sepeda motor?

1. Masyarakat lebih tertarik dengan tampilan motor yang keren dan terkesan mewah.

Seseorang jika sudah “klik” atau tertarik akan sesuatu, maka dia akan berusaha untuk mendapatkannya. Dalam hal sepeda motor, yang membuat konsumen tertarik untuk membeli adalah tampilan dari motor itu. Orang lebih menyukai tampilan yang keren dan terlihat mewah. Pada kasus ini, sepertinya Honda telah mempelajarinya. Coba kita lihat tampilan Supra X 125, tampilan desain body terlihat lebih mengkilap dari kompetitor. Hal ini juga diterapkan pada Vario, Revo AT dan lainnya.

Image

Image

Image

 

sumber foto: internet

Terlihat pada gambar,desain vario lebih terkesan mewah. Pada batok dekat spedo, Vario menggunakan material yang terlihat mengkilap, sementara pada Xeon tidak mengkilap dan lebih banyak menggunakan bahan plastik jenis kulit jeruk.  Secara desain, Vario lebih kelihatan “mahalnya” dibanding Xeon yang terkesan biasa aja. Tentu faktor ini akan mempengaruhi dalam penjualannya.

Namun, ada sebagian masyarakat tertarik karena teknologi dan peforma sebuah motor, dan itu biasanya segmented.

2. Pada segment sport, selain tampilan, konsument juga memperhatikan faktor teknologi dan peforma.

Di segment ini, biasanya konsumen lebih mengerti akan motor, sehingga teknologi yang diaplikasikan pada motor tersebut dan peformanya tak luput dari penilaian sebelum membeli. Contohnya pada Suzuki Satria, faktor teknologi dan peforma sangat mempengaruhi konsumen dalam membeli.

3. Masyarakat cenderung dengan harga yang lebih murah, ingin memiliki motor yang memiliki kelebihan agar tampil beda.

Dalam hal ini, fitur sangat berpengaruh. Orang lebih memilih motor yang ada rem cakramnya dibandingkan yang tidak memiliki dan dengan harga murah. Honda sepertinya juga telah mempelajari karakter masyarakat yang satu ini, sehingga pada tiap produknya juga dilengkapi beberapa kelebihan fitur dibandingkan kompetitor. Tentu saja semua itu menyesuaikan dengan karakter budaya masyarakatnya.

4. Jika dibandingkan dengan tampilan, masalah handling kurang powerfull dalam menarik minat konsumen dalam membeli motor.

Memang, tampilan lah yang menjadi penentu utama konsumen membeli motor, karena handling baru bisa dirasakan setelah mencoba, dan masalah handling ini tidak bisa disimpulkan jika seorang konsumen tidak melakukan komparasi terhadap produk lainnya. Maksudnya, seorang konsumen tidak bisa menyimpulkan bagaimana impresi handling Vario jika tidak mencoba Xeon atau Hayate sebelumnya. Biasanya konsumen tidak melakukan komparasi disaat akan membeli sebuah motor, terkecuali bagi konsumen yang paham akan motor.

5. Dalam membeli motor, masyarakat umum lebih memprioritaskan:

  • Tampilan
  • Harga
  • Fitur
  • Konsumsi BBM
  • Peforma
  • After sales

Honda dan Yamaha merupakan pabrikan yang besar, sehingga masalah durabilitas mesin biasanya tidak diragukan lagi oleh konsumen. Urutan prioritas diatas sangat mempengaruhi dalam membeli motor.

Saran AMI untuk pabrikan motor.

Saat ini, konsumen lebih cerdas dalam memilih calon kendaraan yang akan dibeli. Untuk itu, perusahaan harus terbuka dengan semua kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh produknya. Saat ini konsumen lebih  menyukai perusahaan yang jujur, memberikan data apa adanya sesuai fakta dan tidak memanipulasi data untuk menggiring konsumen. Masyarakat saat ini lebih menyukai perusahaan yang mengerti akan tuntutan keinginan dan kebutuhannya.

Untuk Honda:

  • perhatikan lagi kualitas material yang digunakan, karena akhir-akhir ini kualitas material khususnya bagian body mengalami penurunan kualitas.
  • Pertahankan konsep kelebihan fitur dan teknolgi dibandingkan kompetitor.
  • Prioritaskan juga mengenai peforma, karena saat ini slogan irit sudah mulai goyah dan tidak bisa menjadi monopoli Honda secara mutlak.
  • Jangan memanipulasi data dalam menggiring calon konsumen, karena terbuka dalam memberikan data apa adanya sesuai fakta lebih disukai oleh konsumen.
  • Jangan menetapkan harga motor lebih tinggi dari seharusnya,hanya karena menguasai bisnis industri sepeda motor di Indonesia. Ingat, konsumen bisa membandingkan dengan becermin dengan konsep price leadership yang diterapkan Suzuki atau bahkan perusahaan India yang lebih murah.

Untuk Yamaha:

  • Pada segment skutik, hal yang sangat penting diperhatikan adalah desain, desain, dan desain motor Yamaha. Revolusi desain produk skutik dan finishing serta material yang digunakan agar terlihat mewah dan elegan.
  • Lengkapi dengan beberapa fitur pada produk Yamaha, yang akan menjadi nilai lebih dibandingkan kompetitor.
  • Untuk jajaran petinggi Yamaha, terapkanlah komunikasi publik yang rendah diri, sopan, ramah dan bersimpati terhadap konsumen. Mendengar aspirasi dan keinginan konsumen.
  • Yamaha harus kembali royal dalam memberi kelebihan pada produknya, karena dilain pihak, kompetitor (Honda) telah menerapkan strategy ini dan perlu diingat, konsumen sudah semakin pintar. Konsep pelit hanya bisa diberlakukan jika Honda juga pelit dalam memberikan nilai lebih.
  • Perhatikan lagi slogan kencang/peforma yang diusung selama ini, karena saat ini mayoritas produk Yamaha memiliki peforma yang nanggung dan hampir tidak ada bedanya dibandingkan kompetitor. Jangan mematikan slogan sendiri akibat kualitas yang serba nanggung.
  • Mulai fokus dengan pencitraan perusahaan dan produk Yamaha, karena pamor Yamaha saat ini sudah mulai menurun akibat keegoisan dan over confidence yang menyelimuti Yamaha.
  • Jangan menetapkan harga motor lebih tinggi dari seharusnya,hanya karena menguasai bisnis industri sepeda motor di Indonesia. Ingat, konsumen bisa membandingkan dengan becermin dengan konsep price leadership yang diterapkan Suzuki atau bahkan perusahaan India yang lebih murah.

Untuk Suzuki:

  • Akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Semoga semua kebijakan yang dilakukan perusahaan otomotif khusunya roda dua, semakin berpihak kepada konsumen.

Iklan

9 thoughts on “Analisa Honda vs Yamaha: Memahami Budaya Indonesia, Strategy Dasar Untuk Menguasai Pasar

  1. To the point, ada beberapa hal unik yang terdapat pada masyarakat Indonesia yang tentunya mesti dipahami oleh perusahaan.

    Mayoritas masyarakat Indonesia, dalam menilai sesuatu, sangat dipengaruhi oleh penampilan luar.
    Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai orang yang rendah diri.
    Mayoritas masyarakat Indonesia senang dipuji.

    ==================

    Koq rendah diri ???????
    rendah hati lebih masuk akal mestinya …

    saran: baca tentang “Cultural Dimension” by Hofstede

    salam hangat,

  2. sebenarnya ada hal yg lebih nyata kalo melihat persaingan antara Honda dan Yamaha di Indonesia…disini jelas terlihat kalo Yamaha tidak siap mental maupun modal menjadi pemenang pasar…waktu permintaan meningkat justru tidak mampu memenuhi produk yang diminta sehingga sekarang terjadi overstock di dealer2 Yamaha…contoh paling jelas Yamaha Byson, Mio J dan Mio Fino….pas permintaan menurun malah baru meningkatkan kapasitas produksi…terlambat sudah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s