Analisa Honda vs Yamaha: Tentang Fitur, Pemikiran Era Modern Honda Dan Pemikiran (maaf) Kuno Yamaha

Assalamualaikum wr wb.

Selamat siang.

Setelah tahun 2010, sepertinya Yamaha semakin kewalahan dalam menghadapi serangan Honda. Selama ini Yamaha terlalu larut dalam zona aman. Sebelum tahun 2010, kedua ATPM Honda dan Yamaha memiliki pemikiran yang hampir sama terhadap fitur pada sebuah kendaraan.

Namun, selepas 2010, menurut AnalisaMotorIndonesia, sepertinya ada sebuah grand strategy yang sangat sistematis dan terkoordinasi dari Honda global, baik dari tingkat MotoGP, hingga ketingkat sales di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Secara kasar, grand strategy itu adalah: Sadar akan potensi yang dimiliki, Honda megeluarkan seluruh kemampuan secara maksimal dan serius dalam memenangkan kompetisi, pemasaran bisnis dalam mengokohkan bisnis Honda. Uniknya, langkah Honda tersebut terkoordinasi. Sepertinya, semua pimpinan Honda ditiap-tiap negara telah mengadakan suatu pertemuan  dengan Honda global hingga melahirkan grand strategy ini. Honda telah berubah.

Di MotoGP, dimusim terakhir era 800cc, Honda dengan sangat serius memenangi kompetisi. Terlihat dengan diusungnya 3 orang rider utama pabrikan (Casey, Dani dan Dovizioso) ditambah seorang rider satelit (alm. Simoncelli) yang memiliki  motor dengan spesifikasi sama dengan pabrikan. Sedangkan Yamaha memiliki 2 rider utama. Jadi, pertarungannya 4 vs 2. Dari segi mesin, Honda membuat terobosan besar dalam peningkatan peforma motor RCV. Jika anda mengamati Motogp 2009,2010 dan 2011, terlihat ada perbedaan dalam raungan suara motor RCV yang menggambarkan adanya perombakan pada sektor mesin. Ya, Honda menciptakan desain gearbox yang canggih dan mahal. Demi meraih titel juara, Honda tidak segan membuat terobosan dengan biaya yang sangat mahal. Sementara Yamaha terkecoh dengan dominasi musim 2008, 2009 dan 2010. Sehinnga nyaris tidak ada perkembangan yang bearti pada motor M1. Pada musim 2012 ini pu, Yamaha masih enggan membuat sistem gerabox seperti Honda karena harga yang sangat mahal. Namun Yamaha tetap berusaha dengan mendesain gearbox dengan sistem yang lain.

Dalam hal pemasaran produk, kita ambil contoh yang di Indonesia. Saat ini, dalam menghadapi persaingan bisinis yang semakin ketat, Honda melengkapi produknya dengan keunggulan dan kelebihan fitur dan harga yang sama atau bahkan lebih murah dari kompetitornya. Berbeda di era Honda memonopoli indutri motor, Honda sangat minim inovasi dan fitur. Sekarang Honda memiliki pemahaman bahwa dengan memberikan kelebihan teknologi dan fitur serta setting harga yang kompetitif pada sebuah motor merupakan cara yang sangat ampuh dalam memenangi sebuah pertarungan bisnis. Dan hal ini sangat cocok dengan karakter budaya konsumen Indonesia, dimana dengan harga murah konsumen dapat memiliki produk yang lebih bagus. Fitur yang melimpah dan teknologi yang canggih jika diproduksi secara massal biayanya dapat ditekan. Sehingga Honda dapat membuat penempatan harga yang kompetitif.

Nah, bagaimana dengan pemahaman Yamaha tentang fitur? Dulu, saat Honda memonopoli, Yamaha tampil sebagai pembeda dengan inovasi dan keunggulan yang ditawarkan pada produknya hinnga membuat Yamaha bisa menjadi penguasa baru selain Honda. Namun, setelah merasa besar, Yamaha seolah-olah lupa akan jati dirinya. Yamaha malah meniru, mensejajarkan atau mengikuti apa yang Honda lakukan. Mulai (maaf) pelit dalam memberikan kelebihan fitur pada produknya. Hingga sekarang ini. Maka muncul istilah dari fanboys kalau Yamaha menjadi Honda yang dulu dan Honda menjadi Yamaha.

Mari kita telisik cuplikan pembicaraan Mas Iwan banaran dengan Pak Eko Prabowo petinggi Yamaha.

(IWB:”kenapa sih Yamaha paling males mengaplikasikan RDB buat motor sportnya.Padahal tren masa kini,RDB identik dengan keren dan gagah diluar fungsi itu sendiri.” 

Pak Eko:”suatu menu tidak surprise jika disodorkan semua, harus sedikit demi sedikit supaya terasa istimewa”) sumber: iwanbanaran’s blog.

Suatu percakapan yang menarik. Pak Eko merupakan orang yang berpengaruh terhadap langkah strategy Yamaha. Dari percakan itu dapat sedikit kita analisa perbedaan strategy Honda dan Yamaha. Pada Yamaha, berdasarkan percakan diatas, memiliki pemikiran kalau fitur itu bagaikan sesuatu hal yang wah dan spesial dan diberi secara sedikit demi sedikit agar terasa istimewa. Sedangkan pada pemikiran Honda, fitur merupakan sesuatu hal yang sudah lumrah dan biasa yang mesti ada pada sebuah produk mereka. Disinilah letak perbedaannya. Honda, dalam menghadapi perkembangan bisnis saat ini, menganggap kalau kelebihan fitur mesti ada dan sudah merupakan hal yang wajar dan biasa aja pada produk mereka dalam memenangi persaingan. Sementara Yamaha seolah-olah menganggap fitur merupakan suatu hal yang spesial dan diberikan sedikit demi sedikit. Dalam era yang sekarang ini, pemahaman dan strategy Honda lah yang lebih cocok. Sementara pemahan yang dilakukan oleh Yamaha hanya cocok dilakukan jika dan hanya jika Yamaha menguasai dan memonopoli bisnis motor di Indonesia seperti zaman Honda dulu, dimana saat itu Honda tidak memiliki kompetitor.

Contohnya seperti ini. Ada dua toko warung nasi, toko A dan B. Keduanya memiliki rasa yang sama enaknya dan harga yang sama, misalnya Rp.10.000 sebungkus. Bedanya, di toko A, dengan harga segitu, konsumen hanya bisa dapat nasi + sepotong daging + kuah + sayur dan air putih. Sementara di toko B, dengan harga yang sama konsumen bisa mendapatkan nasi + sepotong daging+ kuah + sayur + telor dadar + pergedel dan es teh manis. Tentu saja dengan rasa yang sama enaknya, konsumen cenderung akan memilih berbelanja ke toko B!!

Sudah saatnya Yamaha merevousi strategy mereka agar konsumen setianya tetap setia mendukung Yamaha. Yamaha harus kembali ke jati dirinya sendiri, dengan tidak mengekor atau mengikuti Honda dari belakang. mestinya Yamaha harus memiliki inovasi atau terobosan yang lebih dari apa yang Honda lakukan. Salah satu contohnya, dengan melengkapi lampu proyektor pada segment skutik, panel digital, itu sudah termasuk terobosan yang lebih baik.

Semoga Yamaha semakin bisa mendengar.

Iklan

33 thoughts on “Analisa Honda vs Yamaha: Tentang Fitur, Pemikiran Era Modern Honda Dan Pemikiran (maaf) Kuno Yamaha

  1. ulasan yg bagus.memang benar,yamaha menggunakan strategi yg berlawanan dr honda.sy sendiri pengagum produk ymh…smp saat ini bertanya2 knp strategi ymh kayak gini? blm terjawab tuntas pertanyaan dr diri sy… dugaan kuat ymh tetap mempertahankan kebiasaan selalu menjaga umur tiap produknya lbh lama,serta percaya pada kualitas dgn begitu konsumen tdk banyak dirugikan secara lifestyle dan materi.

    • betul mas, sepertinya ada hal lain yang jadi pertimbangan yamaha. konsumen yamaha rindu akan inovasi baru.
      kalau yamaha ingin menjaga umur tiap produknya mungkin suatu hal yang menarik untuk dipelajari lagi. thanks atas masukannya

      • sebernya yamaha juga takut rugi karena keterbatasan dana jauh lebih banyak dana astra honda motor daripada punya YIMM, makanya honda berani2 aja gelontorkan produk baru melulu.. biarpun jadi produk gagal…
        mf bukan bc ini produk gagal yang dipunyai honda menurut analisa saya…
        kirana 125, karisma 125, revo 100, gl max 125, revo automatic (sekarang), sonic 125 cbu, cs1 125 (sekarang), cbr 250 (sekarang)
        klw yamaha lebih sedikit.. nouvo 125 & nouvo z 125, tiara 125, lexam automatic 110 (sekarang) … he2.. 😆

        • Terima kasih Mas Arif Vixion.
          kok CBR 250 termasuk Mas?
          Keterbatasan dana tidak bisa dijadikan alasan oleh YIMM. kalau kita menyalahkan dana, kenapa Yamaha yang dulunya kecil sudah menjadi terbesar no 2 seperti sekarang? itu semua tergantung dari daya juang perusahaan itu sendiri. kalau Yamaha menjadi seperti yang sekarang ini, maka para petinggi/pemimpinnya yang mesti di koreksi.

        • Kharisma 125 dan cbr 250 kok bisa dibilang gagal ya? Kharisma sales nya bagus pada masanya dan Cbr 250 dan 150 sekarang daftar inden panjang sekali

  2. prinsip yg berbeda…dan itu mnjadi ciri masing2.
    bila salah satu menonjolkan fitur…yg lain menonjolkan perfoma mesin…
    semua ada hitungannya.
    tidak harus segera mengekor…
    yg satu sudah men-discontinune fitur helm-in….4 thn kemudian kompetitor malah baru bikin
    bisa jadi kondisi terbalik bisa dilakukan..tapi tidak serta merta.
    anggap saling mengisi .

    salam ngabret

  3. YMH: Maaf finansial belum mencukupi, jadi terpaksa nyicil dulu ya dik.
    HND: Mau lu apa beb? nih gue kasih. Masih kurang? Nih ambil semua.

  4. Wa ‘alaikum salam Warohmatullahi Wabarokatuh 🙂

    Terima kasih kepada Bpk. analisamotorindonesia.wordpress.com yang telah memebrikan paparan dan analisanya mengenai perkembangan binis roda 2 Yamaha di Indonesia. Untuk sesi selanjutnya, kepada komentator dipersilahkan untuk dapat memberikan komentar2nya… 😀

  5. Ulasan yg dahsyat!
    IMHO menurut ane YIMM kudu punya ciri khas bikin produk tuh yg kentjang n jangan ikut triak irit dah. Seakan2 ciri yamaha tuh mulai pudar. 😀

  6. DAHSYAT!!!!
    bener2 ulasan yang dahsyat!!
    semua permasalahan honda yamaha tertulis disini!
    Makasih Mas! Setidaknya bisa ngambil ilmu tentang pemasaran!

    Maklum, anak Manajemen Mas.. wkwkw :mrgreen:

    keep Posting Mas!!

  7. motor yamaha itu mantap broo… mesin awet…. bodi ga berisik…. jangan tertipu nama doang…. aku udah pernah pake tiga merk motor honda suzuki. yamaha…dan yamaha tetap yng aku nilai paling manatap….

    • Iya memang jelas. Ane jg pake yamaha. Tp ada satu yang bikin ane capek pake yamaha ini, komstir minta diganti terus, suspensi yang keras dan fitur yang itu-itu aja. Pengalaman make vega r 2005 dan jupiter z 2008

    • Type yamah* mana yg gk berisik??.. Ane aja nyalain yamah* type PSR – S 910 tetangga ane langsung marah2 terus.. Berisik2 banget loh.. Aduh capede..

  8. Jangan dilupakan price war yang terjadi di lapangan lho.Dari 2010 kmrn memang Honda gila2an berupaya merebut dominasi di pasar motor Indonesia,termasuk dgn price war yang dilakukan.Ada yang namannya subsidi AHM+subsidi Dealer adapula subsidi leasing dan subsidi2 lainnya yang pada intinya bisa digunakan sebagai stimulus bagi konsumen dan atau terutama broker.Hebatnya lagi sebagian salesman Yamaha dewasa ini adalah broker dari Honda dengan fee yang benar2 membuat apa yang namanya loyalitas habis terkikis.Menjual 1 unit produk Yamaha paling banyak akan mendapat insentif Rp 300.000.Sedangkan apabila mereka mampu menjual 1 produk Honda,Rp 1.200.000 akan langsung bisa mereka bawa pulang.Itulah yang terjadi di lapangan atas selama ini yang saya amati.
    Adalah sesuatu hal yang mudah bagi seorang salesman untuk mengarahkan dari minat konsumen Yamaha ke minat Honda.Apalagi disatu sisi produk Honda sekarang banyak mengalami perubahan yang mendasar.
    inilah yang terjadi riil di lapangan dan sudah berlangsung 2 tahun ini,sayab sendiri bekerja di finance jadi tahu betul apa yang terjadi di lapangan setiap harinya.Tentunya sekelumit tulisan saya ini bisa dijadikan wacana banyak pihak.

  9. Kalau bicara MotoGP, jangan di buat acuan untuk pendapat secara universal mas bro, lha wong dananya HRC memang paling besar, HRC juga membawahi divisi F1 yang notabene bisa bertukar teknologi dengan HRC MotoGP. Memang kalau di sektor teknologi Honda saat ini masih yang di atas, alasannya balik lagi…duitnya gedeeee. Sekedar opini aja lhooo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s